Seruan Sangat Keras Rasulullah Muhammad SAW Untuk Umat Islam Hingga Akhir Zaman

Abu Hurairah r.a. berkata: Bersabda Rasulullah SAW : Sesungguhnya Allah telah berfirman: Siapa yang memusuhi kekasih-Ku, maka Aku menyatakan perang kepadanya. Dan tiada mendekat kepada-Ku seorang hamba-Ku dengan sesuatu yang lebih Ku sukai daripadanya menjalankan kewajibannya, dan selalu seorang hamba-Ku mendekat kepada-Ku dengan melakukan sunnat-sunnat, sehingga Ku sukai. Maka apabila Aku telah kasih padanya, Akulah yang menjadi pendengarannya dan penglihatannya, dan sebagai tangan yang digunakannya dan kaki yang dijalankannya, dan apabila ia memohon kepada-Ku pasti Ku-kabulkan, dan jika berlindung kepada-Ku pasti kulindungi. (HR. Bukhari)

Anas r.a. berkata: Rasulullah SAW bersabda dalam apa yang dikatakan dari firman Allah : Jika seorang hamba mendekat kepada-Ku sejengkal, maka Aku mendekat kepadanya sehasta, dan jika mendekat kepada-Ku sehasta Aku mendekat kepadanya sedepa, dan jika datang kepada-Ku berjalan, Aku datang kepadanya berjalan cepat. (HR. Bukhari)

Bila kita membaca dua hadist Rasulullah Muhammad SAW diatas maka hati kita akan terasa tumbuh semangat baru untuk dapat mewujudkan apa yang disabdakan oleh beliau. Betapa bahagianya dan betapa senangnya, manusia makhluk yang diciptakan dari setetes air mani menjadi makhluk yang dicintai dan dilindungi oleh Allah di dunia dan di akherat. Allah Tuhan Pemilik, Pencipta dan Pemelihara Alam Semesta.

Namun untuk mencapai kepada derajad yang semulia itu, untuk zaman dunia yang gemerlap di hari ini dibutuhkan sebuah tekad yang besar dan ilmu yang benar sehingga sunatullah untuk mencapainya akan sama jalannya dengan firman Allah yang artinya :

……..Sesungguhnya yang takut kepada Allah diantara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Pengampun. (QS. 35:28)

……..Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertaqwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. (QS. 49:13)

…….niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman diantaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS. 58:11)

Jika Allah menolong kamu, maka tak ada orang yang dapat mengalahkan kamu; dan jika Allah membiarkan kamu (tidak memberi pertolongan), maka siapakah gerangan yang dapat menolong kamu (selain) dari Allah sesudah itu. Karena itu hendaknya kepada Allah saja orang-orang mu'min bertawakkal. (QS. 3:160)

Dunia modern dunia gemerlap, dunia penuh melimpah hiburan remeh temeh, dunia yang menjadikan umat Islam banyak melupakan tugas utama hidup dan lebih suka berlalai-lalai menikmati hidup. Mengira bahwa hidup di dunia di jaman ini seperti sudah di surga. Padahal tidak demikian. Ketika umat Islam bodoh tentang ilmu al-Islam dan kemudian mudah tergoda dengan bersenang-senang di dunia, maka akan menjadikan manusia cenderung menempuh jalan mengikuti bujukan syaitan dan hawa nafsu sehingga menjadi terhina dan dilupakan oleh Allah, Tuhan Semesta Alam.

Janganlah kamu adakan ilah-ilah yang lain di samping Allah, agar kamu tidak menjadi tercela dan tidak ditinggalkan (Allah). (QS. 17:22)

Umat Islam pun perlu menyadari tentang kemuliaan yang Allah berikan kepada umat Islam. Dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah, Allah berkehendak untuk mengangkat derajad manusia. Bila umat Islam meninggalkan bimbingan Al-Qur’an dan As-Sunnah, dan lebih suka dengan perbuatan durhaka kepada Allah, melampaui batas hukum-hukum Allah, tidak ada ’amar ma’ruf dan nahi mungkar, serta senang hidup dengan berbagai kemusyrikan, maka umat Islam juga akan mendapat kemurkaan dan siksa Allah serta hidup dalam kehinaan, (kita berlindung kepada Allah dari keadaan yang demikian). Dalam sebuah hadist Rasulullah menyampaikan :

Bahwasanya kamu akan diperebutkan oleh bangsa-bangsa lain sebagaimana orang-orang yang berebut melahap hidangan (makanan). Para sahabat bertanya, "Apakah saat itu jumlah kami sedikit, ya Rasulullah?" Beliau menjawab, "Tidak, bahkan saat itu jumlah kalian banyak sekali tetapi kualitas kamu seperti buih air bah (tidak berguna) dan kalian ditimpa penyakit wahan." Mereka bertanya lagi, "Apa itu penyakit wahan, ya Rasulullah?" Beliau menjawab, "Kecintaan yang sangat kepada dunia dan takut mati." (HR. Abu Dawud)

Rasulullah menyampaikan tentang sebab musabab yang menjadikan umat Islam menjadi bahan perebutan dan bulan-bulanan bangsa-bangsa lain disebabkan karena berkualitas seperti buih tentang ilmu dan amal agamanya sehingga terserang penyakit, "Kecintaan yang sangat kepada dunia dan takut mati." Dan hal itu sudah menjadi kenyataan dihari ini. Dalam hadist yang lain disampaikan :

Dari Mu’adz r.a berkata : Rasulullah SAW pernah bersabda: "Kamu sekalian pada masa ini diatas tanda bukti dari Tuhan-mu, kamu sama memerintahkan kepada kebajikan dan melarang daripada kejahatan, dan kamu sama berjuang membela agama Allah, kemudian akan timbul diantara kamu sekalian dua macam kemabukan, mabuk cinta kebodohan dan mabuk cinta kemewahan hidup, dan disebabkan demikian itu kamu berpindah haluan, lalu kamu tidak lagi memerintah kepada kebajikan dan tidak bertindak melarang kejahatan, dan tidak pula kamu berani berjuang membela agama Allah, pada hari itu orang-orang yang menegakkan agama dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah, bagi mereka pahala lima puluh orang sidiq. Para sahabat bertanya, "Ya Rasulullah, adakah daripada golongan kami ataukah daripada golongan mereka?" Beliau bersabda, "Tidak, bahkan daripada kamu sekalian. (HR Abu Nu’aim)

Kemuliaan umat Islam bukan disebabkan oleh melimpahnya harta benda dan kesenangan hidup. Tetapi oleh ilmu, iman dan amal sholih. "Mabuk cinta kebodohan dan mabuk cinta kemewahan hidup", menjadi penyebab umat Islam berpindah tujuan hidupnya dan jalan hidupnya, lupa bahwa hidup di dunia adalah hidup yang sebentar, lupa bahwa hidup di dunia adalah tempat ujian, lupa bahwa hidup di dunia sebagai tempat menanam amal sholih untuk dipetik di akherat.

Dan tiadalah kehidupan dunia ini selain dari main-main dan sendau gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertaqwa. Maka tidaklah kamu memahaminya! (QS. 6:32)

Hidup dengan mengikuti jalan hidup para nabi dan rasul, hidup mengikuti sunnah-sunnah Rasulullah Muhammad SAW, menjadi solusi terciptanya kelestarian alam lingkungan dan indahnya tatanan kehidupan yang penuh kemuliaan dan penuh kedamaian, hidup dalam curahan rahmat Allah.

Jalan untuk menghindari kejadian-kejadian buruk sebagaimana dalam hadist diatas, tentunya terutama ditunjukkan kepada umat Islam yang kaya harta, agar mereka rajin menuntut ilmu al-Islam, agar mereka banyak berjual beli dengan Allah dalam bentuk infaq zakat dan shodaqoh, menggunakan rizki titipan Allah untuk kebaikan dirinya dan untuk menolong orang lemah, untuk meningkatkan ilmu dunia dan ilmu akherat bagi umat Islam, untuk menguatkan jalan dakwah Islam. Yang pada hakekatnya merupakan tabungan amal baik yang akan kembali pada dirinya di akherat kelak.

Karena bodoh tentang ilmu al-Islam orang-orang kaya dijaman ini banyak yang salah dalam membelanjakan harta, banyak yang tertarik membangun fasilitas-fasilitas hiburan dalam berbagai bentuk dan berbagai media untuk memuaskan hawa nafsu dan merusak iman, membangun surga dunia yang rapuh.

Walaupun mereka meraup keuntungan yang besar, uang yang diperoleh akan membawa celaka di dunia dan akherat bagi diri dan bangsanya. Kerusakan moral yang terjadi dapat membawa malapetaka zaman berupa kerusakan moral, membawa manusia, masyarakat dan bangsa kepada jalan celaka di dunia dan di akherat.

Peperangan dan pertikaian secara haqiqi bukan disebabkan oleh karena beda agama, namun peperangan lebih disebabkan karena sesaknya hati dan hilangnya kearifan akibat tersebarnya perbuatan dosa di tengah-tengah masyarakat, hati yang berdosa akan menjadi hati yang jahat, hati yang sombong, hati yang congkak, hati yang suka adigang adigung adiguno, hati yang lupa kepada Allah, hati yang lupa akan beratnya siksa api neraka. Menjadi manusia yang membinasakan dirinya sendiri dan orang lain.

Majlis-majlis ilmu yang dijalankan sesuai dengan Al-Qur’an dan As-sunnah dan kekuatan pertolongan Allah akan dapat memperbaiki keadaan umat yang sudah hampir-hampir seluruh tubuhnya masuk kedalam lubang biawak, ditelan biawak.